https://drive.google.com/file/d/1MF6iSDjgGmIcBnljVZmh0UfnjpDUYTEQ/view?usp=drivesdk
PROPOSAL
TINDAKAN KELAS
(
PENERAPAN MEDIA VIDIO PEMEBELAJARAN PADA MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI
PEMBELAJARAN PAK DI KELAS 1 SD ESTOMIHI DUMAI )
BAB I :
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah :
Belajar dan motivasi selalu mendapat
perhatian pada pendidik dan peserta didik, karena memberi motivasi kepada
peserta didik adalah hal yang penting dalam proses pembelajaran. Setiap anak
mempunyai sejumlah motivasi dan dorongan-dorongan yang berhubungan dengan
kebutuhan baik biologis maupun psikologis. Disamping itu anak memiliki sikap,
minat, penghargaan, dan tujuan tertentu. Oleh sebab itu tugas guru adalah
menimbulkan motivasi yang mendorong minat anak untuk melakukan sesuatu dalam
mencapai tujuan belajarnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami
perkembangan yang sangat pesat terutama dibidang informasih dan
telekomunikasih. Dengan kemajuan teknologi dan telekomunikasih kita dapat
mengetahui kejadian atau peristiwa disuatu negara pada saat peristiwa itu
berlangsung. Dengan kemajuan tersebut guru dapat menggunakan media tersebut
untuk tujuan pembelajaran. Dengan penggunaan teknologi bukan saja mempermudah
dan mengefektifkan pembelajaran tetapi dapat membuat pembelajaran lebih menarik[1].
Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi dan komunikasih telah banyak
memberikan kemajuan dalam bidang pendidikan, dimana setiap guru dapat
mengggunakan teknologi tersebut untuk dapat membuat pembelajaran lebih efisien
dan menarik. Melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lemabga
pendidikan harus mampu menerapkan media pembelajaran yang telah ada.
Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD
Estomihi Dumai hanya menggunakan metode ceramah dan guru hanya satu-satu
sebagai sumber belajar tanpa adanya media, maka komuniksih antara guru dan
siswa kurang berjalan dengan lancar. Dengan menggunakan vidio dalam
pembelajaran maka anak-anak cepat termotivasi dan lebih cepat memahami.
Berdasarkan persoalan diatas maka penggunaan vidio sebagai media pembelaajran
sangatlah penting untuk memotivasih dan menambah minat anak dalam belajar.
B. Pembatasan dan rumusan masalah :
Sebagai latar belakang masalah
pada penerapan media vidio pembelajaran pada minat anak dalam mengikuti
pemebelajaran PAK di kelas 1 SD yaitu
1. Bagaimana cara
perencanaan penggunaan vidio pembelajaran yang dapat membuat pembelajaran lebih
menarik dan efisien di kelas 1 SD
2 .Bagaimana pelaksanaan
penggunaan vidio pembelajaran untuk menambah minat anak dan memotivasih anak
dalam belajar di kelas 1 SD Estomihi Dumai.
3. Bagaimana penilaian
penggunaan vidio pemebelajaran untuk memotivasih dan menambah minat anak dalam
belajar di kelas 1 SD Estomihi Dumai.
C. Tujuan penelitian :
Berdasarkan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk
mendiskripsikan upaya meningkatkan motivasi belajar anak dengan menggunakan
vidio pembelajaran pada siswa kelas 1 SD Estomihi Dumai. Sebagaimana dengan
tujuan umum diatas, maka ditemukan tujuan khusus sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui
bagaimana perencanaan penggunaan vidio pembelajaran pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD Estomihi Dumai .
2. Untuk mengetahui
bagaimana pelaksanaan penggunaan vidio pembelajaran pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD EstomihiDumai.
3. Untuk mengetahui
bagaimana peniliaan penggunaan vidio pemebalajaran pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD Estomihi Dumai.
D. Manfaat penelitian :
Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat seperti :
1.Bagi siswa, untuk menambah
minat anak dalam pembelajaran, befikir kreatis dan termotifasih dalam belajar
dan untuk mengetahui kesulitan anak dalam pembelajaran
2. Bagi seorang guru dapat
mendesain kegiatan belajar mengajar dalam memberikan secara langsung kepada
siswa untuk dapat meningkatkan keaktifan dan memotivasih siswa dalam belajar.
3.Bagi sekolah, hasil
penelitian ini bermanfaat untuk memperbaiki sistem pemebalajaran di sekolah.
BAB II : KERANGKA TEORI
A. Landasan teori
Sebagai landasan teori yaitu membahasa tentang pemebelajaran PAK,
jenis-jenis media pembelajaran, manfaat media dalam pembelajaran, kriteria
pemilihan media, prinsip-prinsip penggunaan media dan motivasi belajar yang meliputi : pengertian motivasi, fungsi
dan nilai motifasi dan bentuk-bentuk motifasih, dan penerapan vidio dalam
meningkatkan minat belajar.
1.Pembinaan karakter bagi warga masyarakat
sangatlah penting, sebab tanpa karakter yang baik dari diri seseorang akan
membawa dampak yang negatif baik di lingkuangan dan keluarga. Pendidikan Agama
Kristen (PAK) sebagai salah satu tugas gereja yang strategis dapat memberi
kontribusinya yang penting bilamana dalam semua program PAK bagi semua kategori
usia dan berbagai konteks (keluarga, gereja dan sekolah) dapat mengutamakan
dimensi karakter. Argumentasi betapa dekatnya pendidikan karakter dengan PAK,
bahkan merupakan bagian integral sebagaimana karakter Kristiani adalah bagian
integral dari iman Kristiani[2]
. Pendidiakan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok
orang, usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (
proses, cara, perbuatan mendidik )[3].
Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai manfaat mengubah sikap dan
perilaku seseorang atau sekelompok orang melalui pengajaran dan pelatihan.
Pendidikan kristen didasarkan pada pengajaran Firman Allah. Alkitab secara
jelas memberikan petunjuk bagaimana Firman Tuhan yang diilhamkan oleh Allah
sendiri memiliki manfaat yang mampu memberikan pengaruh dalam hidup manusia.
Kita dapat mengetahui bahwa Alkitab yang diilhamkan Allah dapat berfungsi
sebagai :
1. Bermanfaat untuk mengajar : Sebagai orang percaya maka manusia
adalah umat yang paling beruntung karena berjalan berdasarkan tuntunan Firman
Tuhan. “ Sebab itu lakukanlah perkataan perjanjian ini dengan setia, supaya
kamu beruntung dalam segala hal yang kamu lakukan “
2. Bemanfaat untuk mengajar secara berulang-ulang : Seperti pada
Ulangan 6 :4- 9 diaktakan “ dengarlah hai orang Israel : Tuhan Allah kita ,
Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap
jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan padamu hari ini
haruslah engkau megajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu...” Kata
“berulang-ulang “ menurut Robert Jeferss ‘ menajamkan dengan giat “[4]
3. Mengajar dimana saja : Alkitab mengatakan bahwa proses mengajara
bisa dilakukan dimana saja , karena Firman Tuhan tidak dapat dibatasi oleh
tempat dan waktu.
4. Bermanfaat untuk menyatkan kesalahan : Sejak manusia jatuh kedalam
dosa maka manusia telah hilang kemulian Allah. Manusia telah berada dalam
kelemahan. Firman Tuhan sanggup menyatakan kesalahan yang dilakukan manusia,
bukan saja kesalahan yang dilihat oleh mata tetapi kesalahan yang ada di hati.
5. Bermanfaat untuk memperbaiki kelakuan : Setiap tulisan yang ada
dalam Alkitab dapat memperbaiki yang rusak, seperti dalam 2 Tim 3 : 16 “ Adapun
tiap-tiap kitab yang diajarkan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal yang
menyatakan kesalahan,bagi hal memperbaiki yang rusak dan bagi hal mengajarkan
yang benar.
6. Bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran : Hal terakir dari
setiap perkataan Allah bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran, yaitu
dengan mengajarkan nilai-nilai rohani serta pentingnya memberikan latihan.
Mengajar nilai-nilai rohani pada anak adalah hal yang sangat penting dilakukan.
Menurut Robert Jeffress ada tiga hal yang dapat dilakukan agar seorang anak
menjadi seorang Kristen, yaitu 1. Berdoalah bagi anak-anak anda, 2. Bersikaplah
terbuka bagi keinginan anak anda untuk menjadi seorang Kristen, 3. Jadwalkanlah
waktu untuk mengajarakan Injil bagi anak-anak anda. Setiap orang tidak boleh
menyerah untuk mengajarakan hal yang rohani kepada yang lain meskipu harus
menanggung perlawanan dari pihak lain. Sebagai orang percaya harus menyakini
pertolongan Tuhan ( Roma 8 : 38-39 )
2. Jenis- jenis media pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang
melibatkan sesorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan
nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar.
Pembelajaran melibatkan guru sebagai fasilisator dan siswa sebagai pemebalajar.
Yang terpenting dalam proses pemebalajaran adalah terjadinya proses belajar.
Dalam hal ini terjadinya komunikasih antara siswa dan guru. Belajar membutuhkan
interaksi, dalam hal ini pemebelajaran adalah proses komunikasih. Baik buruknya
komunikasih ditunjang oleh penggunaan saluran dalam komuniaksih tersebut. Maka
saluran tersebut dapat dikatakan media, karena pada dasarnya pembelajaran
merupakan proses komunikasih maka media yang dimaksud adalahmedia pembelajaran.
Media pembealjaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Selain itu
media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang
pikiran, perasan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan sipelajar sehingga
dapat mendorong terjadinya proses belajar[5].
Oleh karena pemebelajaran merupakan proses komunikasih dan berlangsung dalam
satu sistem maka media pembelajaran menempati posisi yang sangat penting
sebagai salah satu komponen dalam sistem pembelajaran. Dari pendapat diatas
dapat disimpulkan bahawa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan sehingga dapat mendorong
terciptanya proses belajar pdaa peserta didik. Adapu tujuan dari media
pemebelajaran yaitu :
1.
Mempermudah proses belajar mengajar
2.
Meningkatkan efesiensi belajar mengajar
3. Menjaga
relevansi dengan tujuan belajar
4. Membantu
kosentrasi siswa
Ada empat
landasan dalam penggunaan media pembelajaran :
a. Landasan
psikologis yaitu, belajar adalah komplesitas yang unik artinya setiap orang
dalam belajar melibatkan segala aspek kepribadiannya baik itu fisik maupun
mental.
b. Landasan
teknologis yaitu, sasaran dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan siswa.
Dengan sasaran ahkir ini teknologi pemebalajaran mengembangkan sumber belajar
untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa sesuai dengan karakteristiknya.
c. Landasan
empiris yaitu, Adanya temuan penelitian mengatakan bahwa ada interaksi
penggunaan media pembelajaran dengan karakteristik belajar siswa dalam
menentukan belajar siswa. Artinya siswa akan mendapatakan keuntungan yang
signifikan bila ia belajar mengguankan media sesuai dengan karakteristiknya.
d. Landasan
filosofis yaitu, dengan memperhatikan kompleks dan uniknya belajar maka
ketepatan dalam memilih media dan metode mengajar akan membawah pengaruh
terhadap hasil belajar siswa.
Media
pemebelajaran memiliki jenis-jenis yang berbeda secara umum yaitu media yang
bercirikan tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak. Menurut Rudy Brets,
ada tujuh klasifikasih media yaitu: 1. Media audio visual gerak, seperti vidio,
film, film suara.
2. Media
audio visual diam, seperti rangkai suara dan halaman suara
3. Audio
semi gerak, yaitu tulisan jauh bersuara
4. Media
visual bergerak yaitu film bisu
5. Media
visual diam yaitu halaman cetak, foto, slide bisu
6. Media
audio yaitu radio, telepon, pita audio
7. Media
cetak yaitu buku, modul dan bahan ajar mandiri
3.
Pengertian Motivasih
Motivasih diartikan sebagai dorongan,
kekuatan, semangat, kebutuhan, tekanan atau mekanisme psikologis yang mendorong
seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan
apa yang dikehendakinya. Pendapat Gray mengemukkan bahwa motivasi merupakan sejumlah proses yang
bersifat internal atau eksternal bagi setiap individu yang menyebakan tumbuhnya
antusiasme dan prestasi dalam melakukan sesuatu kegiatan. Menurut Handoko untuk
melihat motivasih belajar siswa dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu :
a. Kuatnya kemauan untuk berbuat
b. Jumlah
waktu yang disediakan untuk belajar
c. Kerelaan
untuk meninggalkan tugas lain atau kewajiban
d. Ketekunan
dalam mengerjakan tugas[6]
Upaya
Menungkatkan Motivasih Belajar
Upaya untuk
meningkatkan motivasih belajar disekolah, guru dapat memperhatikan beberapa hal
sebagai berikut :
1. Memberi angka sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya,
angkat-angkat tersebut merupakan motivasi yang sangat kuat namun guru dapat
mengaitkan nilai-nilai angka tersebut dengan nilai afektifnya juga bukan hanya
nilai kognitifnya saja.
2.
Memberikan ulangan kepada siswa sebab dengan ulangan maka siswa akan gait untuk
belajar.
3.
Mengetahui hasil ulangan, dengan memberitahu hasil ulangan maka siswa
termotivasi untuk belajar.
4. Pujian,
jika ada siswa yang berhasil mengerjakan tuganya dengan baik maka ia perlu
diberikan pujian.
Dalam rangka
mengoptimalkan motivasih belajar anak, maka sebagai guru dapat memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Kehadiran
siswa dikelas merupkan motivasih yang datang dari siswa tersebut
b. Guru
dapat mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran, karena siswa dalam
belajar terkadang terhambat oleh permasalahan kelelahan jasmani atau mental
siswa sehingga seorang guru harus mebangkitkan semangat anak dalam belajar.
4. Penerapan
vidio pembelajaran dalam meningkatkan motivasih belajar
Kemajuan
teknologi pada saat ini dapat kita rasakan, memaksa kita untuk meningkatkan
kemampuan diri dalam menggunakannya. Diera digital ini bila kita tidak
menggunakan teknologi dengan baik maka kita akan tertinggal. Tidak semua
teknologi bersifat negatif, bila kita gunakan dengan bijak maka akan membawa
dampak positif. Secara makro pendidikan di Indonesia tidak dapat lepas dari
teknologi komputer dan internet. Dengan penggunaan komputer dan internet
kegiatan pemebelajaran akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bagi siswa.
Banyak sisi positif yang kita dapatkan dengan penggunaan internet dan komputer
sebagai media pembelajaran, oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki
kemampuan menggunakan teknologi tersebut. Permasalahan yang sering kita
temuakan dilapangan yaitu kurang mampunya guru dalam menggunakan teknolologi
komputer dan internet sebagai media pembelajaran. Di sisi lain dapat ditemukan
juga seperti rendahnya hasil belajar siswa dan kurang mampunya siswa memahami
konsep pembelajaran serta rendahnya motivasi belajara siswa. Beberapa
penelitian mengatakan bahwa untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan
penggunaan vidio pemebelajaran sebagai media pemebelajaran. Sehingga dapat
diphami bahwa penggunaan vidio dalam pemebalajaran dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran, khususnya untuk siswa jenjang sekolah dasar[7].
Seiring berkembangnya pendidikan, media yang saat ini digunakan oleh guru
sangat berfariasi.Pada saat ini banyak media mengembangkan media pembelajaran
dengan vidio pembelajaran. Vidio pemebelajaran merupakan jenis media audio
visual artinya media yang dapat digunakan dengan indera penglihatan dan
pendengaran. Sebagai sebuah media pembelajaran, vidio efektif digunakan untuk
proses pemebelajaran secara massal, kelompok dan individu. Kemampuan memahami
merupakan merupakan kemapuan dasar yang harus dimiliki seorang siswa karena
kemampuan memahami merupakan kemampuan dasar taksonomi bloom yang merupakan
pijakan siswa untuk mengembangkan dirinya sehingga memiliki kemampuan untuk
mengaplikasikannya. Dari sebuah penelitian mengatakan bahwa media vidio
pemebelajaran dapat meningkatkan motivasih anak dalam belajar dan memudahkan
siswa dalam memahami konsep. Materi dari vidio dapat diulang-ulang dan lebih
terstruktur sehingga siswa dapat memahami konsep.
BAB III
: METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindak Kelas dengan tujuan
memberikan sumbangan nyata bagi penigkatan profesionalisme guru, menyiapkan
pengetahuan dan pemahaman dan wawasan tentang perilaku guru mengajar dan siswa
belajar
B. Variabel penelitian
Dalam penelitian ini mengguankan dua varabel, yaitu variabel X dan variabel Y. Varieabel X dipandang sebagai penyebab
munculnya variabel terikat yang diduga sebagai akibatnya. Sedangkan variabel Y
sebagai variabel yang di pradugakan yang berfariasi mengikuti perubahan dari
variabel bebas
C. Populasi dan sampel
Sebagai populasi dan sampel penelitian ini yaitu sekolah SD ESTOMOHI
HKBP DUMAI dan sebagai sampel yaitu siswa –siswi kelas 1 SD ESTOMOHI HKBP DUMAI
D. Teknik pengumpulan data
Sebagai teknik dalam pengumpulan data peneliti mengambil teknik “Simple
Random Sampling “
[1] Wina Sanjaya, Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, ( Jakarta, 2007 )
[2] Numahara Daniel, Pengutmaan
Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen, ( 2018 )
[3] Siagian Parulian, Teori Pengaruh
Manfaat Pendidikan Dalam Alkitab, ( Medan, 2020 )
[4] Robert Jefress, Rahasia Salomo ( Immanuel, Jakarta, 2008 ), 202
[5] Ekayani Ni Lu Putu, Pentingnya penggunaan Media Pembelajaran Untuk
Meningkatkan Prestasi Siswa ( Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja
Indonesia )
[6] Handoko, T. Hani, 1992. Manajemen
Personal dan Sumber Daya Manusia, edisi ke dua, cetakan ke empat (
Yogyakarta, UGM )
[7] Febriani, C. 2017. Pengaruh
Media Vidio Terhadap Motivasih Belajar dan Hasil Belajar Kognitif Pembelajaran
IPA Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Prima Edukasia, ( online), 5 ( 1 ): 11-21, (
http://journal.uny.ac.id/index.php/jpe/)
0 komentar:
Posting Komentar