Senin, 09 November 2020

Penilaian Tindak Kelas

https://drive.google.com/file/d/1MF6iSDjgGmIcBnljVZmh0UfnjpDUYTEQ/view?usp=drivesdk

PROPOSAL TINDAKAN KELAS

( PENERAPAN MEDIA VIDIO PEMEBELAJARAN PADA MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PAK DI KELAS 1 SD ESTOMIHI DUMAI )

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah :

 Belajar dan motivasi selalu mendapat perhatian pada pendidik dan peserta didik, karena memberi motivasi kepada peserta didik adalah hal yang penting dalam proses pembelajaran. Setiap anak mempunyai sejumlah motivasi dan dorongan-dorongan yang berhubungan dengan kebutuhan baik biologis maupun psikologis. Disamping itu anak memiliki sikap, minat, penghargaan, dan tujuan tertentu. Oleh sebab itu tugas guru adalah menimbulkan motivasi yang mendorong minat anak untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan belajarnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dibidang informasih dan telekomunikasih. Dengan kemajuan teknologi dan telekomunikasih kita dapat mengetahui kejadian atau peristiwa disuatu negara pada saat peristiwa itu berlangsung. Dengan kemajuan tersebut guru dapat menggunakan media tersebut untuk tujuan pembelajaran. Dengan penggunaan teknologi bukan saja mempermudah dan mengefektifkan pembelajaran tetapi dapat membuat pembelajaran lebih menarik[1]. Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi dan komunikasih telah banyak memberikan kemajuan dalam bidang pendidikan, dimana setiap guru dapat mengggunakan teknologi tersebut untuk dapat membuat pembelajaran lebih efisien dan menarik. Melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lemabga pendidikan harus mampu menerapkan media pembelajaran yang telah ada.

Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD Estomihi Dumai hanya menggunakan metode ceramah dan guru hanya satu-satu sebagai sumber belajar tanpa adanya media, maka komuniksih antara guru dan siswa kurang berjalan dengan lancar. Dengan menggunakan vidio dalam pembelajaran maka anak-anak cepat termotivasi dan lebih cepat memahami. Berdasarkan persoalan diatas maka penggunaan vidio sebagai media pembelaajran sangatlah penting untuk memotivasih dan menambah minat anak dalam belajar.

B. Pembatasan dan rumusan masalah :

 Sebagai latar belakang masalah pada penerapan media vidio pembelajaran pada minat anak dalam mengikuti pemebelajaran PAK di kelas 1 SD  yaitu

1. Bagaimana cara perencanaan penggunaan vidio pembelajaran yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan efisien di kelas 1 SD

2 .Bagaimana pelaksanaan penggunaan vidio pembelajaran untuk menambah minat anak dan memotivasih anak dalam belajar di kelas 1 SD Estomihi Dumai.

3. Bagaimana penilaian penggunaan vidio pemebelajaran untuk memotivasih dan menambah minat anak dalam belajar di kelas 1 SD Estomihi Dumai.

C. Tujuan penelitian :

Berdasarkan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan upaya meningkatkan motivasi belajar anak dengan menggunakan vidio pembelajaran pada siswa kelas 1 SD Estomihi Dumai. Sebagaimana dengan tujuan umum diatas, maka ditemukan tujuan khusus sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui bagaimana perencanaan penggunaan vidio pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD Estomihi Dumai .

2. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penggunaan vidio pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD EstomihiDumai.

3. Untuk mengetahui bagaimana peniliaan penggunaan vidio pemebalajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di kelas 1 SD Estomihi Dumai.

D.  Manfaat penelitian :

Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat seperti :

1.Bagi siswa, untuk menambah minat anak dalam pembelajaran, befikir kreatis dan termotifasih dalam belajar dan untuk mengetahui kesulitan anak dalam pembelajaran

2. Bagi seorang guru dapat mendesain kegiatan belajar mengajar dalam memberikan secara langsung kepada siswa untuk dapat meningkatkan keaktifan dan memotivasih siswa dalam belajar.

3.Bagi sekolah, hasil penelitian ini bermanfaat untuk memperbaiki sistem pemebalajaran di sekolah.

 

BAB II : KERANGKA TEORI

A. Landasan teori

Sebagai landasan teori yaitu membahasa tentang pemebelajaran PAK, jenis-jenis media pembelajaran, manfaat media dalam pembelajaran, kriteria pemilihan media, prinsip-prinsip penggunaan media dan motivasi belajar  yang meliputi : pengertian motivasi, fungsi dan nilai motifasi dan bentuk-bentuk motifasih, dan penerapan vidio dalam meningkatkan minat belajar.

1.Pembinaan karakter bagi warga masyarakat sangatlah penting, sebab tanpa karakter yang baik dari diri seseorang akan membawa dampak yang negatif baik di lingkuangan dan keluarga. Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai salah satu tugas gereja yang strategis dapat memberi kontribusinya yang penting bilamana dalam semua program PAK bagi semua kategori usia dan berbagai konteks (keluarga, gereja dan sekolah) dapat mengutamakan dimensi karakter. Argumentasi betapa dekatnya pendidikan karakter dengan PAK, bahkan merupakan bagian integral sebagaimana karakter Kristiani adalah bagian integral dari iman Kristiani[2] . Pendidiakan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang, usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan ( proses, cara, perbuatan mendidik )[3]. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai manfaat mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang melalui pengajaran dan pelatihan. Pendidikan kristen didasarkan pada pengajaran Firman Allah. Alkitab secara jelas memberikan petunjuk bagaimana Firman Tuhan yang diilhamkan oleh Allah sendiri memiliki manfaat yang mampu memberikan pengaruh dalam hidup manusia. Kita dapat mengetahui bahwa Alkitab yang diilhamkan Allah dapat berfungsi sebagai :

1. Bermanfaat untuk mengajar : Sebagai orang percaya maka manusia adalah umat yang paling beruntung karena berjalan berdasarkan tuntunan Firman Tuhan. “ Sebab itu lakukanlah perkataan perjanjian ini dengan setia, supaya kamu beruntung dalam segala hal yang kamu lakukan “

2. Bemanfaat untuk mengajar secara berulang-ulang : Seperti pada Ulangan 6 :4- 9 diaktakan “ dengarlah hai orang Israel : Tuhan Allah kita , Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan padamu hari ini haruslah engkau megajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu...” Kata “berulang-ulang “ menurut Robert Jeferss ‘ menajamkan dengan giat “[4]

3. Mengajar dimana saja : Alkitab mengatakan bahwa proses mengajara bisa dilakukan dimana saja , karena Firman Tuhan tidak dapat dibatasi oleh tempat dan waktu.

4. Bermanfaat untuk menyatkan kesalahan : Sejak manusia jatuh kedalam dosa maka manusia telah hilang kemulian Allah. Manusia telah berada dalam kelemahan. Firman Tuhan sanggup menyatakan kesalahan yang dilakukan manusia, bukan saja kesalahan yang dilihat oleh mata tetapi kesalahan yang ada di hati.

5. Bermanfaat untuk memperbaiki kelakuan : Setiap tulisan yang ada dalam Alkitab dapat memperbaiki yang rusak, seperti dalam 2 Tim 3 : 16 “ Adapun tiap-tiap kitab yang diajarkan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal yang menyatakan kesalahan,bagi hal memperbaiki yang rusak dan bagi hal mengajarkan yang benar.

6. Bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran : Hal terakir dari setiap perkataan Allah bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran, yaitu dengan mengajarkan nilai-nilai rohani serta pentingnya memberikan latihan. Mengajar nilai-nilai rohani pada anak adalah hal yang sangat penting dilakukan. Menurut Robert Jeffress ada tiga hal yang dapat dilakukan agar seorang anak menjadi seorang Kristen, yaitu 1. Berdoalah bagi anak-anak anda, 2. Bersikaplah terbuka bagi keinginan anak anda untuk menjadi seorang Kristen, 3. Jadwalkanlah waktu untuk mengajarakan Injil bagi anak-anak anda. Setiap orang tidak boleh menyerah untuk mengajarakan hal yang rohani kepada yang lain meskipu harus menanggung perlawanan dari pihak lain. Sebagai orang percaya harus menyakini pertolongan Tuhan ( Roma 8 : 38-39 )

2. Jenis- jenis media pembelajaran

 Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan sesorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran melibatkan guru sebagai fasilisator dan siswa sebagai pemebalajar. Yang terpenting dalam proses pemebalajaran adalah terjadinya proses belajar. Dalam hal ini terjadinya komunikasih antara siswa dan guru. Belajar membutuhkan interaksi, dalam hal ini pemebelajaran adalah proses komunikasih. Baik buruknya komunikasih ditunjang oleh penggunaan saluran dalam komuniaksih tersebut. Maka saluran tersebut dapat dikatakan media, karena pada dasarnya pembelajaran merupakan proses komunikasih maka media yang dimaksud adalahmedia pembelajaran. Media pembealjaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Selain itu media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan sipelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar[5]. Oleh karena pemebelajaran merupakan proses komunikasih dan berlangsung dalam satu sistem maka media pembelajaran menempati posisi yang sangat penting sebagai salah satu komponen dalam sistem pembelajaran. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahawa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pdaa peserta didik. Adapu tujuan dari media pemebelajaran yaitu :

1. Mempermudah proses belajar mengajar

2. Meningkatkan efesiensi belajar mengajar

3. Menjaga relevansi dengan tujuan belajar

4. Membantu kosentrasi siswa

Ada empat landasan dalam penggunaan media pembelajaran :

a. Landasan psikologis yaitu, belajar adalah komplesitas yang unik artinya setiap orang dalam belajar melibatkan segala aspek kepribadiannya baik itu fisik maupun mental.

b. Landasan teknologis yaitu, sasaran dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan siswa. Dengan sasaran ahkir ini teknologi pemebalajaran mengembangkan sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa sesuai dengan karakteristiknya.

c. Landasan empiris yaitu, Adanya temuan penelitian mengatakan bahwa ada interaksi penggunaan media pembelajaran dengan karakteristik belajar siswa dalam menentukan belajar siswa. Artinya siswa akan mendapatakan keuntungan yang signifikan bila ia belajar mengguankan media sesuai dengan karakteristiknya.

d. Landasan filosofis yaitu, dengan memperhatikan kompleks dan uniknya belajar maka ketepatan dalam memilih media dan metode mengajar akan membawah pengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Media pemebelajaran memiliki jenis-jenis yang berbeda secara umum yaitu media yang bercirikan tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak. Menurut Rudy Brets, ada tujuh klasifikasih media yaitu: 1. Media audio visual gerak, seperti vidio, film, film suara.

2. Media audio visual diam, seperti rangkai suara dan halaman suara

3. Audio semi gerak, yaitu tulisan jauh bersuara

4. Media visual bergerak yaitu film bisu

5. Media visual diam yaitu halaman cetak, foto, slide bisu

6. Media audio yaitu radio, telepon, pita audio

7. Media cetak yaitu buku, modul dan bahan ajar mandiri

3. Pengertian Motivasih

          Motivasih diartikan sebagai dorongan, kekuatan, semangat, kebutuhan, tekanan atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Pendapat Gray mengemukkan  bahwa motivasi merupakan sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi setiap individu yang menyebakan tumbuhnya antusiasme dan prestasi dalam melakukan sesuatu kegiatan. Menurut Handoko untuk melihat motivasih belajar siswa dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu :

a.  Kuatnya kemauan untuk berbuat

b. Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar

c. Kerelaan untuk meninggalkan tugas lain atau kewajiban

d. Ketekunan dalam mengerjakan tugas[6]

Upaya Menungkatkan Motivasih Belajar

Upaya untuk meningkatkan motivasih belajar disekolah, guru dapat memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Memberi angka sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya, angkat-angkat tersebut merupakan motivasi yang sangat kuat namun guru dapat mengaitkan nilai-nilai angka tersebut dengan nilai afektifnya juga bukan hanya nilai kognitifnya saja.

2. Memberikan ulangan kepada siswa sebab dengan ulangan maka siswa akan gait untuk belajar.

3. Mengetahui hasil ulangan, dengan memberitahu hasil ulangan maka siswa termotivasi untuk belajar.

4. Pujian, jika ada siswa yang berhasil mengerjakan tuganya dengan baik maka ia perlu diberikan pujian.

Dalam rangka mengoptimalkan motivasih belajar anak, maka sebagai guru dapat memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

a. Kehadiran siswa dikelas merupkan motivasih yang datang dari siswa tersebut

b. Guru dapat mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran, karena siswa dalam belajar terkadang terhambat oleh permasalahan kelelahan jasmani atau mental siswa sehingga seorang guru harus mebangkitkan semangat anak dalam belajar.

4. Penerapan vidio pembelajaran dalam meningkatkan motivasih belajar

Kemajuan teknologi pada saat ini dapat kita rasakan, memaksa kita untuk meningkatkan kemampuan diri dalam menggunakannya. Diera digital ini bila kita tidak menggunakan teknologi dengan baik maka kita akan tertinggal. Tidak semua teknologi bersifat negatif, bila kita gunakan dengan bijak maka akan membawa dampak positif. Secara makro pendidikan di Indonesia tidak dapat lepas dari teknologi komputer dan internet. Dengan penggunaan komputer dan internet kegiatan pemebelajaran akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bagi siswa. Banyak sisi positif yang kita dapatkan dengan penggunaan internet dan komputer sebagai media pembelajaran, oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan menggunakan teknologi tersebut. Permasalahan yang sering kita temuakan dilapangan yaitu kurang mampunya guru dalam menggunakan teknolologi komputer dan internet sebagai media pembelajaran. Di sisi lain dapat ditemukan juga seperti rendahnya hasil belajar siswa dan kurang mampunya siswa memahami konsep pembelajaran serta rendahnya motivasi belajara siswa. Beberapa penelitian mengatakan bahwa untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan penggunaan vidio pemebelajaran sebagai media pemebelajaran. Sehingga dapat diphami bahwa penggunaan vidio dalam pemebalajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya untuk siswa jenjang sekolah dasar[7]. Seiring berkembangnya pendidikan, media yang saat ini digunakan oleh guru sangat berfariasi.Pada saat ini banyak media mengembangkan media pembelajaran dengan vidio pembelajaran. Vidio pemebelajaran merupakan jenis media audio visual artinya media yang dapat digunakan dengan indera penglihatan dan pendengaran. Sebagai sebuah media pembelajaran, vidio efektif digunakan untuk proses pemebelajaran secara massal, kelompok dan individu. Kemampuan memahami merupakan merupakan kemapuan dasar yang harus dimiliki seorang siswa karena kemampuan memahami merupakan kemampuan dasar taksonomi bloom yang merupakan pijakan siswa untuk mengembangkan dirinya sehingga memiliki kemampuan untuk mengaplikasikannya. Dari sebuah penelitian mengatakan bahwa media vidio pemebelajaran dapat meningkatkan motivasih anak dalam belajar dan memudahkan siswa dalam memahami konsep. Materi dari vidio dapat diulang-ulang dan lebih terstruktur sehingga siswa dapat memahami konsep.

 

BAB III : METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindak Kelas dengan tujuan memberikan sumbangan nyata bagi penigkatan profesionalisme guru, menyiapkan pengetahuan dan pemahaman dan wawasan tentang perilaku guru mengajar dan siswa belajar

B. Variabel penelitian

Dalam penelitian ini mengguankan dua varabel, yaitu variabel  X dan variabel  Y. Varieabel X dipandang sebagai penyebab munculnya variabel terikat yang diduga sebagai akibatnya. Sedangkan variabel Y sebagai variabel yang di pradugakan yang berfariasi mengikuti perubahan dari variabel bebas

C. Populasi dan sampel

Sebagai populasi dan sampel penelitian ini yaitu sekolah SD ESTOMOHI HKBP DUMAI dan sebagai sampel yaitu siswa –siswi kelas 1 SD ESTOMOHI HKBP DUMAI

D. Teknik pengumpulan data

Sebagai teknik dalam pengumpulan data peneliti mengambil teknik “Simple Random Sampling “

 

 

 



[1] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, ( Jakarta, 2007 )

[2] Numahara Daniel, Pengutmaan Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen, ( 2018 )

[3] Siagian Parulian, Teori Pengaruh Manfaat Pendidikan Dalam Alkitab, ( Medan, 2020 )

[4] Robert Jefress, Rahasia Salomo ( Immanuel, Jakarta, 2008 ), 202

[5] Ekayani Ni Lu Putu, Pentingnya penggunaan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa ( Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Indonesia )

[6] Handoko, T. Hani, 1992. Manajemen Personal dan Sumber Daya Manusia, edisi ke dua, cetakan ke empat ( Yogyakarta, UGM )

[7] Febriani, C. 2017.  Pengaruh Media Vidio Terhadap Motivasih Belajar dan Hasil Belajar Kognitif Pembelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Prima Edukasia, ( online), 5 ( 1 ): 11-21, ( http://journal.uny.ac.id/index.php/jpe/)


Debora

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar